Tuesday, July 31, 2012

First Love..


Apa sih itu First Love? Yap, First Love itu cinta pertama. Umum. Hampir semua khalayak tau dengan arti dalam bahasa itu. Banyak orang berkesimpulan First Love itu adalah orang yang pertama mereka pacarin. So Simply buat mereka yang kurang beruntung mengenal baik siapa First Love mereka. Buat  gue First Love  bukan dia cowok yang pertama bilang “I love you, I miss you, I need you” terus gue jawab iya. Bukan, bukan itu. Buat gue dia adalah cowok pertama yang ngenalin gue gimana tastenya ngerasain duka bareng,  jadi  orang yang terakhir ada disamping gue saat orang lain udah bosen denger semua cerita gue, jadi cowok yang menginspirasikan gue dalam mengartikan apa arti First Love saat ini.
Salah seorang temen gue pernah nyatain sesuatu hal yang sampai sekarang jadi bahan pertimbangan buat gue. That is.. “Buat gue pribadi sebagai salah seorang cowok, First Love itu sangat istimewa. Bahkan setengah hati ini di isi penuh oleh cewek istimewa itu (Re: mantan).. Gue rasa gak ada siapa pun yang bisa ngegantiin posisinya, dan akan terus seperti ini.”  Entah doktrin apa yang temen gue cekokin, sampe gue setuju banget sama kata mutiara itu. *saking setujunya gue bilang itu kata mutiara*. Itu kata-kata yang selama ini pengin gue ungkapin, cuman masih kecegat sama akal sehat gue. Akal sehat yang selalu bilang, jangan pernah setuju sama judul lagu Setengah Hati itu. Yes, disini posisi gue ngehargain perasaan cowok gue yang sekarang.  Gue gak mau buat dia berpikir bahwa posisinya itu tidak penting saat ini.
Intinya asumsi orang itu berbeda-beda, begitu pun hidung orang gak ada yang sama. Banyak hal yang bisa tersirat saat kita membaca dan membayangkan kata First Love. Yakni bagi kaum yang berbahagia kerasanya tuh kayak hidung yang mancung bak perosotan mulus, syuuur~ kemudian tertawa dan naik lagi. Dan sebaliknya bagi mereka kaum hidung pesek *eh, kaum yang kurang berbahagia , mereka akan sedikit merasa sakit begitu mendengarnya karena membayangkan langsung terperosok jatuh dan gak pengin membahasnya lagi.

No comments:

Post a Comment